4 Rumah Hangus di Tanjung Raden, Fasha : Warga Kompak Padamkan Api

oleh -6 Dilihat

JAMBI_ — Jeritan warga memecah sore di RT 06, Kelurahan Tanjung Raden, Kecamatan Danau Teluk, Kota Jambi, Sabtu (12/9/2026). Lidah api melalap cepat empat rumah warga. Dua di antaranya hanya menyisakan arang dan puing.

Dugaan sementara: kebocoran regulator tabung gas.

Dalam kepanikan, warga sempat melawan api dengan handuk basah. Sia-sia. Api justru menjilat lebih ganas karena bangunan rumah yang sebagian besar terbuat dari kayu. Tak ada pilihan lain, para penghuni berhamburan keluar menyelamatkan diri.

“Saya lihat videonya. Memang karena kondisi bangunan rumah kayu, apinya luar biasa besarnya,” ujar Anggota DPR RI Syarif Fasha saat mendatangi lokasi.

Di tengah puing dan warga yang masih trauma, Syarif Fasha tidak datang dengan kata-kata kosong.

Ia mengingatkan dua penyebab utama kebakaran yang kerap diabaikan: konsleting listrik dan kompor gas yang ditinggal.

“Yang pertama listrik. Kita naikkan daya ke 1200 atau 2200 watt, tapi kabel tidak diganti. Kabel yang tadinya untuk 800 watt dipaksa menanggung 2000-an. Akhirnya pecah, terbakar,” jelasnya.

“Yang kedua kompor. Lagi masak mie, rebus telur, ditinggal ke tamu. Apinya kecil tapi gas terus keluar. Apalagi kalau gas tinggal sedikit, itu yang paling berbahaya. Sekali nyamber, cepat sekali.”

“Saya tidak mau ngomong sabar terus. Saya tahu rasanya kena musibah. Saya doakan jangan sampai ada musibah lagi di sini. Jadikan ini pelajaran. Jangan tinggalkan kompor menyala,” tegasnya.

Berbeda dari bantuan biasanya, mantan Wali Kota Jambi itu datang membawa uang tunai pribadi.

“Saya tahu kalau kena musibah begini yang dibutuhkan uang tunai. Untuk makan, untuk urus ini itu. Kalau sembako nanti numpuk, masak juga susah karena alatnya ikut terbakar,” katanya.

Ia juga mengimbau warga segera mengurus dokumen penting yang terbakar. Ijazah lapor ke Diknas, sertifikat ke BPN lewat Camat dan Lurah.

“Kalau uang dan perhiasan, coba dikorek-korek lagi puingnya. Siapa tahu masih ada. Tapi hati-hati, kondisinya masih rawan,” pesannya.

Di akhir, Syarif Fasha memuji kekompakan warga yang bahu-membahu menyiram dengan ember dan selang.

“Itu luar biasa. Tetap pertahankan. Karena gunanya bertetangga ya di saat seperti ini. Kalau sombong dengan tetangga, pas kena musibah siapa yang nolong,” tutupnya.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada laporan korban jiwa. Kerugian materi masih dalam pendataan. Warga kini mulai membersihkan sisa kebakaran, berharap musibah ini jadi yang terakhir di Tanjung Raden.(

No More Posts Available.

No more pages to load.