Sosialisasi Empat Pilar di Bungo: Edukasi Kebangsaan Sekaligus Ruang Aspirasi Warga

oleh -14 Dilihat

BUNGO – Anggota Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia dari daerah pemilihan Provinsi Jambi, Dr. H. Syarif Fasha, S.E., M.E., menyelenggarakan Sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan bersama masyarakat Kecamatan Rimbo Tengah, Kabupaten Bungo. Kegiatan yang dirangkaikan dengan silaturahmi dan buka puasa Ramadhan 1447 H ini berlangsung penuh antusiasme, sekaligus menjadi forum untuk memperkuat pemahaman nilai-nilai kebangsaan dan menyerap aspirasi warga terkait pembangunan daerah.

Dalam sosialisasi, Syarif Fasha memaparkan Empat Pilar Kebangsaan—Pancasila, UUD 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika—sebagai landasan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara. Ia menekankan pentingnya persatuan, keadilan sosial, serta tanggung jawab bersama menjaga keutuhan bangsa dan mendukung pembangunan.
Forum ini juga menjadi ruang dialog terbuka. Warga menyoroti sejumlah persoalan strategis di Bungo, terutama aktivitas pertambangan batubara dan Pertambangan Emas Tanpa Izin (PETI) yang mencemari sungai, merusak lingkungan, serta mengganggu pertanian. Selain itu, mereka mengusulkan peningkatan kualitas pendidikan dan layanan kesehatan, penguatan pertanian sebagai mata pencaharian utama, peningkatan kesejahteraan, dan percepatan pembangunan infrastruktur untuk mendorong ekonomi daerah.


Saat sesi tanya jawab Budi Hartanto dari Kel. Cadika)l bertanya tentang peran Empat Pilar menanggapi kerusakan lingkungan akibat tambang dan PETI. Syarif Fasha menjawab bahwa Pancasila, khususnya sila kelima, menanamkan tanggung jawab menjaga lingkungan; aspirasi warga akan disuarakan dalam forum MPR dan koordinasi dengan pemerintah agar pengawasan tambang dan pemulihan ekosistem diperkuat. 

Maryanti dari Kel. Cadika menanyakan kaitan sosialisasi dengan pendidikan, kesehatan, pertanian, dan infrastruktur. Ia menjelaskan bahwa dialog semacam ini mempertemukan kebutuhan warga dengan fungsi MPR menyerap aspirasi, sehingga dapat mendorong kebijakan pusat-daerah yang lebih responsif. 

Lain hal Ardiansyah warga Kel. Cadika menyinggung potensi konflik sosial karena tekanan ekonomi dan lingkungan. Syarif Fasha menegaskan bahwa nilai Pancasila dan Bhinneka Tunggal Ika memperkuat musyawarah dan solidaritas, sehingga masyarakat tetap harmonis dalam menghadapi persoalan daerah.
Kegiatan ini tidak hanya berfungsi sebagai edukasi kebangsaan, tetapi juga sebagai sarana komunikasi antara warga, wakil rakyat, dan pemerintah. Berbagai masukan dari Rimbo Tengah menjadi catatan penting bagi Syarif Fasha untuk diperjuangkan pada forum kebangsaan dan koordinasi lintas pemerintahan. Pemerintah daerah diharapkan menindaklanjuti lewat kebijakan responsif, pengawasan ketat terhadap aktivitas merusak lingkungan, dan program pembangunan yang berorientasi pada kesejahteraan warga.

Sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan diharapkan terus digelar secara berkelanjutan agar wawasan kebangsaan menguat, partisipasi masyarakat meningkat, dan sinergi antara warga, wakil rakyat, dan pemerintah terjaga demi kemajuan Kabupaten Bungo dan Provinsi Jambi.

No More Posts Available.

No more pages to load.